TRIBUNNNEWS.COM-Sejak pandemi virus corona (Covid19), pelajar Indonesia sudah mengikuti kegiatan belajar jarak jauh (PJJ).

Pembelajaran jarak jauh dianggap sebagai salah satu metode yang dapat diambil sebelum pandemi berakhir.

Menurut survei KPAI, sebagian besar siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa sulit mengatur waktu belajar mereka selama PJJ. Retno Listyarti, pengajar di Dewan Kesejahteraan Sosial Anak Indonesia (KPAI), mengatakan karena banyaknya pekerjaan rumah selama periode ini, banyak siswa yang kesulitan mengatur waktu belajarnya. PJJ. -19

“Terima kasih atas surveynya. Di 20 provinsi dan 54 kabupaten / kota, 1.700 responden dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA / sederajat mengikuti survey, dan beberapa siswa masih menyatakan kesulitan dalam membagi Waktu belajar yang banyak karena banyaknya pekerjaan rumah membuat siswa kurang istirahat, kelelahan dan kehilangan motivasi belajar. Bacaan: Komite X DPR RI Apresiasi Kebijakan Pembelajaran dan Prestasi Kemdikbud-Jenis e-Learning yang Dibutuhkan Siswa agar Efektif Untuk melakukan pengalaman e-learning?

Ruth Ayu Hapsari, Business Development Manager Quipper Indonesia, mengatakan peran edutech tidak sebatas menyediakan bahan ajar tambahan.

Melalui layanan interaktif, mahasiswa dapat belajar. Pembelajaran online disediakan di YPP Selama periode tersebut, saya lebih fokus membantu sekolah dasar mereka.

“Selama YPP, siswa menghadapi banyak tantangan, dan Quipper dapat membantu siswa mengatasi kesulitan yang mereka hadapi. Melalui layanan kelas master video Quipper interaktif, waktu belajar siswa akan diatur di bawah bimbingan pembina dan tutor, menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru, menyusun rencana belajar mingguan dan memotivasi diri agar tetap semangat dan fokus. Untuk mewujudkan impiannya meski kini menjadi kenyataan melalui pembelajaran PJJ », Ayu menjelaskan.

Salah satu fungsi Quipper Video Masterclass adalah bimbingan online. Siswa akan mendapatkan Pembina khusus, yang berperan untuk memandu proses belajar siswa.