Shidiq, Guru Sekolah Hukum Islam TRIBUNNEWS.COM-IAIN Surakarta, mengatakan, masyarakat yang menemui kendala selama bulan suci Ramadhan terpaksa melunasi utangnya di hari lain. nifas.

“Puasa disebut qadha dalam hukum Islam.”

“Sebenarnya hal ini berlaku untuk orang yang bisa berpuasa, tapi ada kendala tertentu,” kutipnya di YouTube Tribunnews.com. – “Misalnya dia dalam perjalanan jauh atau dalam keadaan sakit, atau bisa berpuasa, tapi dilarang bagi orang yang sedang menstruasi atau setelah melahirkan,” jelas Shidiq.

“Dalam Alquran, orang tidak khawatir tentang puasa, tetapi meminta untuk melakukan kazak di lain hari,” katanya. Kabupaten Tangerang dalam Perpanj ang PSBB Tangsel sampai dengan tanggal 14 Juni kapel menerima konsesi-dalam Alquran, “Sura Al Baraga” disebutkan: 184 sebagai berikut: -Famanana Mariidhon Aw’alaa Safarin Fa’idhatumin Ayyamin Uqor. – artinya: “Jadi siapa pun yang muncul di bulan itu di antara kamu harus berpuasa di bulan itu, dan siapa pun yang sakit atau di jalan, maka (dia harus Puasa) Beberapa hari kemudian, dia pergi. “

Setelah Ramadhan, orang-orang yang malu terpaksa mengejar atau melunasi hutang puasa.