TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 melanda berbagai industri. Banyak industri mengalami penurunan atau bahkan penutupan kios yang terkena pandemi. Namun, beberapa orang bisa bertahan. Misalnya merek fesyen Livehaf, meski sempat terpukul, tetap bisa membayar karyawannya tanpa ada potongan. Bagaimana cara bertahan hidup dari pandemi?

Arif Hidayat, CEO dan Founder Livehaf, mengatakan beradaptasi dengan kondisi pasar merupakan strategi yang bisa dilakukan. Merek fesyen Indonesia diharapkan bisa menjadi No 1 di dunia dengan mengalahkan merek-merek ternama, karena sebagian besar merek-merek ternama luar negeri tersebut juga diproduksi di Indonesia. Dia mengaku harus terus berinovasi: Livehaf berencana memperluas pangsa pasarnya ke pakaian wanita dan melengkapi produknya.

Baca: Ini strategi OLX untuk bertahan dari pandemi di bisnis jual beli mobil – 25% lagi pembelian Livehaf Rumahnya sekarang seorang wanita, dan sangat senang mengembangkan produk di segmen pasar ini. “Di bawah normal baru, dengan ketidakpastian ini, kami akan membangun basis produksi kami sendiri untuk menurunkan harga produksi. Saya berharap harganya bisa lebih terjangkau, karena dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, pelanggan lebih selektif dan berhati-hati saat berbelanja, ‚ÄĚkata Ari. Memberikan strategi promosi bagi mitra di industri travel-menjaga kepercayaan itu penting-dalam Sebelum memulai kegiatan Livehaf, Arif mencoba berbagai upaya lain, namun gagal. Di awal karirnya, Arif belajar bahwa ia harus lebih berhati-hati dalam mempercayai.

“Dulu ia membuka usaha ikan Dekorasi, hanya Rp. 200.000 perbulan, hanya untung Rp. 70.000, karena dia tidak mengerti apapun. “Dia ingat.