JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Hebatnya, kisah nabi yang merupakan bagian dari sejarah Islam ini menjadi idenya di industri fashion.

Slogannya adalah “Jangan Lupakan Sejarah Islam”, merek lokal Qaf Islamic memperkenalkan sejarah Islam melalui media produk -kaus.

Ray Sandi Maulana, pemilik merek Qaf Islamic, menceritakan kisah umat Islam kuno Itu adalah fondasi dan masa depan tentunya, jadi pekerjaan dasar harus diselesaikan agar “dia tidak luntur.”

Merek lokal Islami Qaf secara inovatif merilis kaos sebagai cara untuk memperkenalkan sejarah dan misi.

Semua desain terinspirasi oleh kisah-kisah besar di dunia “Islam”, seperti kisah nabi dan rasul, kisah sahabat nabi, dan kisah lain dalam sejarah Islam.

Baca: Perusahan Fashion Nasional kembali ke era baru yang biasa

“Kami percaya bahwa Dakwah tidak hanya datang dari forum, tapi juga anak muda berinisiatif untuk mengingatkan orang lain agar tidak membiarkan kaos atau kaos oblong. Kisah Islami yang bermakna, ”imbuh Ray dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2020. Bahan katun combed reaktif berumur 30 tahun memiliki tekstur kain yang lebih lembut dibandingkan jenis kapas combed lainnya.

Tidak diragukan lagi kain ini terbuat dari 100% serat kapas alami, sehingga kaos ini dapat menyerap keringat saat dipakai, sejuk dan sejuk.

Baca: Nusantara Fashion Festival 2020: Kerja sama 300 UMKM dan fashionist Indonesia

Untuk teknologi printing gunakan teknologi sablon atau color printing yaitu teknologi sablon manual, dan hasil tinta akan menyusul Warna tinta merubah warna bahan kaos.

Teknologi ini akan menghasilkan hasil sablon yang sangat halus dan datar.Bahan tahan lama dan tidak luntur.Warna yang dihasilkan lebih natural, dapat disetrika dan di sablon.

Untuk gambar sablon, ini mengadopsi seni konsep canggih untuk desain, yang menghadirkan desain yang elegan dan modis. Oleh karena itu, meskipun konsepnya Islami, tetap bisa menjadi mode, bukan anakronistik.

Saatnya kaum muda dengan bangga memperkenalkan sejarah Islam atau cerita berwawasan ke depan.