Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy lapor Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Saat pandemi Covid-19, ada kebiasaan baru yang mengikuti, yakni memakai masker di mana saja. Dimana penyebaran virus corona dapat diramalkan.

Sayangnya, menutupi wajah dengan masker selama beberapa jam dapat menyebabkan masalah kulit, seperti jerawat (acne mask), iritasi kulit hingga kulit kering. — Sonia Hanifati dari SDV, dermatolog, berbagi saran sederhana untuk menghindari masalah kulit akibat masker, termasuk membawa masker cadangan saat keluar kamar.

Ganti topeng setiap kali basah. Pemerintah juga menganjurkan agar masyarakat yang tidak merasakan sakit menggunakan masker bedah atau masker kain.

“Untuk mencegah timbulnya jerawat akibat penggunaan masker, masker dapat diganti setiap empat jam sekali untuk mencapai tujuan mencegah timbulnya jerawat,” ujar dr Sonia dalam webinar yang digelar bersama Bamed, Rabu (26/9). 8/2020). -Membaca: Untuk menangani pasien Covid-19, BNPB mendapat bantuan dari ventilator dan mesin masker-Membaca: Jerawat menjadi masalah serius pada sebagian orang, bahkan merusak kesehatan mental-Dalam keadaan normal baru ini Terkadang, disarankan untuk tidak menggunakan riasan padat yang sama seperti sebelum pandemi, agar tidak menyerap melalui pori-pori yang tertutup.

Tapi jangan ingat untuk menggunakan produk perawatan kulit terpenting yaitu moisturizer dan sunscreen untuk melindungi kulit. Dr. Sonia berkata: “Minimalkan pensil kosmetik, gunakan produk perawatan kulit nonkomedogenik, dan pilih pelembab wajah yang lembut untuk mencegah pori-pori tersumbat.” Kebiasaan baru lainnya dalam periode normal baru ini adalah sering mencuci tangan, karena tangan mungkin Dapat menjadi sumber infeksi karena sering menempel pada benda apa saja yang mungkin terkena droplet pada penderita Covid-19.

Dr Sonia mengenang bahwa setelah mencuci tangan, gunakan pelembab atau hand cream agar kulit tidak menjadi kering dan gatal. “Kesimpulannya adalah Dr. Sonia.