TRIBUNNEWS.COM-Karena umat Islam diwajibkan membayar zakat kepada yang mampu.

Sebagai warga negara, kita harus membayar pajak sesuai dengan peraturan tertentu.

Keduanya sangat dekat dengan kehidupan kita.Apakah ada yang lebih wajib antara membayar zakat atau membayar pajak?

Sehubungan dengan hal tersebut, Khasan Ubaidillah dosen Akademi Ilmu Pengetahuan Tarbia IAIN Surakarta menjelaskan dalam program OASE Tribunnews.com “Taxes Paid”, “Kenapa masih bayar pajak? Film ini dirilis pada Jumat (11/2). / 9/2020) WIB akan tayang pada pukul 16.00.

Khasan menjelaskan bahwa secara historis Islam telah diberlakukan dalam zakat dan dilaksanakan atas nama negara .

Baca: Sandiaga Uno mohon optimalkan pengelolaan Infaq dan Zakat- “Zakat masih tahap awal, dan salah satunya memiliki fungsi pembayaran pajak seperti selama ini. Kasan menjelaskan.

Kasan menjelaskan bahwa ketika dia masuk ke Indonesia atau sebagian besar negara yang tidak memeluk Islam, kami dipaksa untuk membayar pajak.

“Semua warga negara dengan kewajiban perpajakan dipaksa untuk Membayar pajak. “Di saat yang sama, Kashan menjelaskan, di sisi lain, kami juga terpaksa membayar pajak zakat karena termasuk tulang punggung Islam.

Mengenai keberadaan kami sebagai warga negara dan kelompok agama, Hassan belajar dari PBNU KH Masdar. Dewan direksi Frid Mas’udi berkonsultasi.