Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejak lahir, ASI telah menjadi standar emas makanan bayi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Segera setelah melahirkan, ini bisa menjadi proses pengenalan pertama untuk memperkuat hubungan emosional atau ikatan antara ibu dan anak.

Ahli laktasi, dokter. Ameetha Drupadi mengatakan pemberian ASI segera setelah melahirkan dapat membantu mengurangi pembesaran rahim selama kehamilan dan persalinan. Kata Dokter, Ameetha saat webinar bersama teman-teman yang sedang hamil, Senin (10 Agustus 2020).

Baca: Apa saja nutrisi makro dan mikro dalam ASI?

Pemberian ASI dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan dengan tujuan untuk memprediksi terjadinya penyakit lain, seperti anemia dan iskemia.

“Menyusui dapat mengurangi pendarahan, yang penting mengapa ibu baru langsung memberi makan ibunya, kata Dr. Ameetha. — Terakhir, menyusui mungkin merupakan metode kontrasepsi alami yang dapat mengatur jarak kehamilan anak berikutnya. Tetapi harus ada bermacam-macam syaratnya.

Syaratnya ibu harus menyusui ASI dan mengambilnya langsung dari puting ibu. Dr. Ameetha mengatakan sudah enam bulan berturut-turut, dan ibu belum juga menstruasi.

“Jadi, selama enam bulan menyusui langsung, menurut ibu menyusui langsung 70% KB itu wajar. “