TRIBUNNEWS.COM – Tidak hanya untuk penggemar, tetapi nama Brompton harus didengar dengan keras atau setidaknya dengan keras di telinga penggemar jenis sepeda lainnya.

Penetrasi harga yang tidak masuk akal menjadi perhatian publik.

Beberapa ekonom percaya bahwa situasi ini disebabkan oleh permintaan yang kuat dan pasokan yang tidak mencukupi, yang mempengaruhi harga jual.

Yang lain percaya bahwa tren kebisingan harga disebabkan oleh pemotongan harga dan kebutuhan kredibilitas kelompok konsumen tertentu di Indonesia.

Namun, selain itu, orang-orang biasa pasti akan meragukan keunggulan dari Brompton yang mahal ini dibandingkan sepeda lainnya. Bukankah itu benar? Untuk model Brompton standar di pasar Indonesia, dalam keadaan normal, harga setiap koin adalah antara 25 juta dan 50 juta rupee tergantung pada model.

Namun, di Indonesia, ada banyak sepeda lipat dalam kisaran harga ini, dan bahkan harga yang lebih tinggi juga beredar di pasar.

Jadi mengapa Bloomton begitu menakutkan?

Banyak orang menjawab bahwa ketika sepeda Brompton diikat dengan The Big Harley-Davidson Motorcycle, perhatian publik terhadap merek meningkat. Sejauh menyangkut barang terlarang Garuda Indonesia, ada juga suatu jangka waktu.

Jadi, kembali ke pertanyaan awal, apa karakteristik motor yang pertama kali dirancang pada tahun 1979?