TRIBUNNEWS.COM-kegiatan populer atau populer seperti Solo dan Yogyakarta selama pandemi Covid-19, disebut 2 catatan dan keramaian.

Bahkan, masih digunakan di rumah selama pandemi, seperti bekerja dan belajar.

Mengapa ada 2 level dan sudut pandang di mata sosiolog?

Pada tanggal 11 Maret, Dr. Drajat Tri Kartono, seorang sosiolog di Universitas (SuSkartta), mengungkapkan fenomena dua jenis catatan, dan mereka adalah hibrida dari kesadaran publik dan mengikuti tren yang ada di masyarakat. Ini adalah merek yang dihormati waktu dalam bersepeda, yaitu olahraga dan hobi. “Juga dikenal sebagai penggunaan normal, itu terjadi seperti kebiasaan, jadi ketika (pandemi) Covid-19 menjadi viral, kebiasaan ini berhenti,” kata De Layat kepada Tribunnews melalui telepon, Selasa (9/6/2020) .com.

Sekarang ada konsep normal baru atau normal.

Baca: Cara menghabiskan waktu pemain gaya keluarga berkualitas PSS Slem an Jefri Kurniawan, pilih 2 komentar &

Dalam konsep ini, Drajat menyebutkan kesenjangan antara normal baru yang disiapkan oleh pemerintah dan normal baru. Normalitas pemerintahan) dan pembentukan masyarakat (normalitas konstruksi sosial baru).

“Pemerintah telah merumuskan normal baru berdasarkan perjanjian sanitasi, dan normal baru konstruksi sosial dirumuskan berdasarkan pemahaman masyarakat,” kata Drajat

Drajat percaya bahwa fenomena yang menyebabkan kenaikan kelas dua dan normal Hasil bentuk baru dari pembangunan komunitas.