JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Saat anak yang sering mengamuk sering menangis atau menghancurkan mainan, orang tua membutuhkan kesabaran untuk menenangkan anaknya. Panik atau ketidaknyamanan.

Psikolog klinis Reynitta Poerwito M. Ps (Reynitta Poerwito M. Ps) mengemukakan bahwa ketika emosi orang tua mulai bangkit, sebaiknya tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan emosi mereka. “Jika kita tidak tenang, kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita tenang, kalau tidak anak-anak akan bubar.” Masih seorang ayah yang sempurna.

Membaca: Jangan panik saat anak marah, ini cara yang tepat untuk menanganinya

Bacaan: Saat anak marah di mall, Sarwendah melakukan ini agar orang tua tidak salah mengira orang tua mereka kejam Orangtua-Misal, ketika Anda mengomel saat menangis atau mengamuk karena kesalahan anak Anda, jangan langsung menganggap diri Anda sebagai orang tua yang buruk atau jelek, karena cara mendidik anak Anda tidak selalu sama dengan keadaan anak. — “Kita tidak perlu mengikuti keterampilan untuk menjadi ibu super, karena kita punya cara sendiri dalam membesarkan anak. Jika kita marah, kita bisa mengatasi amarahnya. Beberapa anak tidak mendengarkan. Reynitta harus berkata,” Agak kaget. “Yang perlu diingat adalah jika Anda benar-benar perlu marah kepada anak Anda, mohon jangan gunakan kata-kata yang melemahkan pemikiran anak Anda.

Jangan gunakan cara-cara kekerasan seperti memukul atau mencubit untuk memarahi anak Anda, yang akan melukai sakit fisik dan mental anak Anda. Reinitata berkata: “Volumenya oke, agak keras saat marah, tapi tidak ada pelecehan verbal yang mengatakan anak itu bodoh atau tidak berguna, tidak, jangan mencubit dan memukulinya. “-Jadi jangan lupa berikan anak rasa nyaman berupa pelukan atau belaian, mengembalikan keadaan netral, menenangkan amarah anak, dan menenangkan emosi orang tua. Energi orang tua juga lebih besar ya kita Rangkullah dia, “kata Renita.