Wartakotalive.com reporter reporter Arie Puji Waluyo-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-covid-19 atau epidemi virus korona mempengaruhi orang-orang yang mengkonsumsi pembersih tangan dan masker dalam jumlah besar. Ini membuat pedagang komoditas menjual topeng dengan harga tinggi, dan beberapa orang membeli topeng dari mereka.

Jadi, ketika membeli topeng di toko dan apotek, masker menjadi langka.

Karena kelangkaan topeng menggerakkan desainer Cynthia Tan (28 tahun) untuk membantu masyarakat dan mendapatkan topeng secara gratis. — “Saudaraku (Dr. Reinetta Tanujaya) adalah seorang dokter di Australia, yang memberi saya banyak inspirasi. Dia sangat berani, mulia dan manusia, dan di garis depan perjuangan melawan epidemi ini adalah untuk membantu orang yang terinfeksi,” Cynthia Tan mengatakan kepada jaringan Tribunnews.com dalam pesan resmi yang diterima pada hari Rabu (25 Maret 2020).

Bacaan: Artis berduka ibu ibu Jokovy selamat tinggal Ib u Sudjiatmi pengunduran diri

Bacaan: ibu ibu Jokovy harus menggunakan topeng yang menyemprotkan desinfektan sebelum memasuki aula

” Kemudian saya melihat bahwa di Indonesia, topeng sangat langka dan mahal. Saya dipaksa untuk berpartisipasi sehingga epidemi tidak menyebar. Orang-orang yang kesulitan mendapatkan topeng bisa memakai topeng untuk melindungi diri mereka sendiri, “tambahnya.

Cynthia akan mendistribusikan 1.000 topeng dengan bantuan Tekstil Khusus sebagai pemasok kain. -Satu ribu topeng dirancang khusus untuk orang yang benar-benar membutuhkan topeng untuk melindungi diri dari virus covid-19 atau korona.

Mereka yang tidak bisa bekerja di rumah atau bekerja di rumah (WFH) adalah target utama dari perawatan ini. Masker wajah gratis.