TRIBUNNEWS.COM – Baru-baru ini, sebuah media sosial dihancurkan oleh angin seorang wanita. Seorang suami wanita berada dalam keluarga yang goyah setelah suaminya berselingkuh dengan wanita lain.

Sebenarnya, pernikahan mereka telah berlangsung selama 9 tahun, dan mereka telah diberkati oleh dua hati.

Hudaniah, psikolog di Universitas Muhammadiya Malang (UMM), mengungkapkan bahwa ada beberapa penjelasan untuk melakukan kecurangan.

Misalnya, selingkuh, pacaran atau berselingkuh. — “Tapi secara umum, jika ini disebut perselingkuhan, itu berarti seseorang telah melakukan ketidaksetiaan pada pasangannya,” kata Hudan kepada Tribunnews.com melalui telepon, Senin (6/1/2020).

“Ada hubungan emosional antara seseorang dan orang lain yang bukan pasangan.” Membaca: “Penyakit Corona meroket. Ini adalah cara untuk mempertahankan psikologi keluarga selama pandemi

” Membaca: 5 Kegiatan ini dapat membantu menghilangkan kebosanan anak-anak selama pandemi-dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini, Hudan menilai bahwa masyarakat media memainkan peran penting dalam perselingkuhan. Dia mengatakan: “Media sosial, media komunikasi memungkinkan perselingkuhan untuk membuka partai lain dalam skala besar.” Hudan menunjukkan bahwa perselingkuhan dapat terjadi dalam pertemuan tatap muka, pertemuan semacam ini berlanjut ke media sosial.