TRIBUNNEWS.COM-Berdasarkan hasil survei yang dilakukan DKT Indonesia diketahui bahwa pil KB merupakan produk kesehatan.Selama pandemi Covid-19, selain masker dan vitamin, pil KB masih diminati. Diantaranya adalah bidan praktik mandiri (jumlah sampel = 50), apotek dalam hal ini pemilik / pengelola toko (jumlah sampel = 50), dan wanita kawin yang menggunakan metode suntik dan pil (jumlah sampel = 200).

Alhasil, kontrasepsi menjadi salah satu produk kesehatan yang masih dicari masyarakat saat pandemi, selain itu juga terdapat alat kesehatan seperti masker dan alat kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan vitalitas fisik. Di sisi lain, masih terdapat permintaan kontrasepsi selama pandemi, dan tidak ada perbedaan tingkat penjualan yang signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelum pandemi Covid-19.

“Tidak ada perubahan.” Dia mengatakan kepada Tribunnews, Kamis (10 Oktober 2020). Bacaan: Angka Kehamilan Tinggi dan Angka Kelahiran Saat Pandemi, Permintaan Sepatu Bayi Meningkat – Bacaan: Ketahui Jenis Olahraga Yang Aman Selama Hamil, Tapi Perhatikan Juga Poin Ini-Bacaan: Inilah Keselamatan Ibu Hamil Selama Hamil Perawatan Rambut Nyaman, Perlu Diketahui Bumil

Baca: Pengantin Baru, Ini 9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Aditya melanjutkan, dari hasil survei diketahui cara suntik sudah turun sedikit 26 %.

Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan angka putus suntik sebesar 28% pada Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2017 .- Meskipun 88% bidan mandiri melaporkan bahwa penerima suntik tetap tetap melakukan kunjungan.

Beberapa orang mengatakan bahwa beberapa penerima takut untuk pergi ke klinik saat ini. Manfaatkan situasi pandemi ini. Di apotek, alat kontrasepsi yang disediakan adalah kondom dan pil kontrasepsi (100% responden). “