TRIBUNNEWS.COM- Pasangan Kediri memberikan layanan seksual kepada pasangannya dan melakukan hubungan seks dalam waktu tiga tahun selama dua tahun.

Setiap janji temu akan dikenakan biaya antara Rp 700.000 dan Rp 800.000. Tersangka, swinger dan tiga orang penyedia jasa seks KSH (43), menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Bhayangkara Kota Gediri, Kamis (13/8/2020).

MZM et KSH menerima layanan orientasi seksual yang tidak biasa selama sekitar 2 tahun. . Padahal, keduanya mengenakan tarif antara Rp. 700.000-Rp. 800.000 tanggal.

Kapanpun Anda pergi berkencan, Anda selalu menggunakan kamar hotel yang menjadi tanggung jawab pengguna. Setelah transaksi selesai, MZM dan KSH menuju hotel tempat tamu menginap.

Setelah dipastikan MZM dan KSH sudah diperiksa kondisinya, Kasat Reskrim Polsek Kediri Kota AKP Verawaty Thaib memulai aktivitasnya. Ujian psikolog.

Baca: Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online Anak di Pontianak, Begini Penampilan Penulisnya.

Baca: Korut Eksekusi 4 Petugas yang Diduga Pelacuran — “Hasilnya Belum Diketahui,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis 13 Agustus 2020. Reservasi.

Melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk memverifikasi apakah tersangka memiliki gangguan mental yang berkaitan dengan orientasi seksual, atau hanya karena alasan keuangan. Benar, istrinya kemudian dijual untuk melayani pelanggan yang telah memesan. –Kedua tersangka ditahan di sebuah hotel oleh tiga tamu saat berhubungan seks untuk para swingers. Layanan Swinger dan Trio telah disediakan sejak 2018. Tersangka pidana akan diadili sesuai dengan Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul “Pasangan Penyanyi dan Penyedia Jasa Tiga Orang Yang Sedang Melakukan Pemeriksaan Kejiwaan di RS Bayankala Kota Gidiri”