SIANTAR TRIBUNNEWS.COM-Petugas Pemutakhiran Pemilih (PPDP) ke-24 di Siantar, Sumatera Utara, mengundurkan diri karena khawatir akan tes cepat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar mengumumkan mundur karena takut mengikuti tes cepat Covid-19 yang diselenggarakan KPU.

Menurut Menteri Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia Komisioner KPU Siantar Nurbayah Siregar, seluruh jajaran KPU wajib melakukan rapid test ini saat pandemi Covid-19.

“Mulai 9-12 Juli 2020, kami mulai rapid test.

Bacaan: rapid test Rp 150.000 untuk pasien mandiri, termasuk alat, agen APD dan biaya pelayanan kesehatan

Bersamaan “Ada 24 orang yang berhenti merokok karena takut,” ujarnya di Nurbaya, Selasa (14/7/2020) .- Dikatakannya, karena tingginya jumlah PPDP yang ditarik, mereka mengambil langkah mencari penggantinya. Mulailah PPDP dengan saran dari teller masing-masing (PPS)

“Kemudian, kami minta nama PPS untuk mencari pengga nti PPDP, asalkan ke kantor dulu. — Baca: Alasan Kemenkes mengadakan rapid test tertinggi: Masyarakat tidak tahu pilih yang mana-nama PPS yang masuk, kami cek filenya. Kita baru perbaiki saja, ”ucapnya. Pada Pilkada mendatang pada Desember 2020 mendatang, Partai Rakyat KPU sedang membimbing gaji bulanan 545 orang PPDP yang masing-masing berpenghasilan Rs 800.000 perbulan. (TGTPP) team. Untuk quick test, kami juga laporkan ke satgas: “Daniel menyimpulkan. (Alija Magribi) -Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul “Tidak Ada! Karena Takut Uji Cepat, 24 Pejabat KPU Mundur