TRIBUNNEWS.COM – Tuduhan penyidik ​​Polres Langsa (mencurigakan) atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang UU Giyar terhadap tiga tersangka judi online atau tindak pidana keluarga.

Polisi Langsa AKBP Giyarto SH SIK lolos Ketua Tipikor Ipda Narsyah Agustian SH, kasus perjudian online dan tersangka yang sudah diteruskan akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Langsa. – “Jika dokumen, tersangka, tersangka kriminal, tersangka kriminal, tersangka kriminal, barang bukti dan dokumen akan segera kami serahkan kepada kami.” -Ipda Narsyah menyatakan bahwa ketiga pelaku tindak pidana atau perjudian online tersebut harus tunduk pada Qanun Aceh pada bulan Juni 2014 sesuai dengan undang-undang Jinayat terkait. -Pasal mencurigakan yang diajukan oleh penulis RA, ZK dan IA adalah Pasal 20 yang menjelaskan bahwa setiap organisasi, orang yang menyediakan fasilitas atau keuangan dengan sengaja mengkritik Jarimah Maisir, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 19 “dianca”. . m cambuk dengan ‘Uqubat Ta’zir sebanyak 45 kali dan / atau denda maksimal 450 gram emas murni dan / atau pidana penjara paling lama 45 bulan.

Diantara tiga warung internet yang berbeda, IA, ZK dan RA.

Polsek Langsa AKBP Giyarto SH SIK mengatakan melalui Kepala Tipikor Ipda Narsyah Agustian SH bahwa tersangka ZK (43) berada di Desa Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat The Blue Girl Cafe ditangkap. Dengan bantuan warga Rohingya, naik perahu mengapung di Provinsi Aceh di Laut Utara-Baca: Tenggelam di Yarur, bocah 7 tahun di Aceh Timur tewas sekali di ZK Blue Pemilik warnet cewek, WIB, ditangkap pukul 21.00. — Prosesor BB 1 Futura Ned x Vioo dan 1 monitor merk Acer Rp juga disita. 300.000 uang tunai dan 2 KTP ceroboh. IA (37) Pemilik warung LGS ID ditangkap pada pukul 21.17. WIB bertempat di kafe Dusun Ikhlas di Gampong Blang, Kecam atan Langsa.