TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG REDEB-NR alias UD (50), pelaku perilaku tidak etis terhadap anak di bawah umur di distrik Sambaliung di wilayah Palau, hanya dibawa ke Belau Mapu pada Selasa (17/3/2020) Larres menundukkan kepalanya. Di kantor polisi, NR mengakui perilakunya.

Dan mengumumkan bahwa korban rata-rata adalah siswa sekolah menengah (SMP).

Predator seks berusia 50 tahun ini menjelaskan bahwa pada awalnya, hanya tiga siswa pria yang datang. Pergi ke rumah pelaku dan minta untuk meminjam uang untuk membeli bensin. Akan meminta hubungan yang serupa.

“Awalnya, mereka (korban) pulang untuk meminjam uang,” “” tapi aku mengatakan itu selama aku siap untuk mengklasifikasikan, dan setelah dipijat dan dipijat, aku bisa memberikannya. Dia mengumumkan bahwa alat kelaminnya mengeras dan saya memasuki rektum. “Baca: Kondisi terakhir Menteri Perhubungan Budi (pekerjaan Cordi) dan hasil pemeriksaan kesehatan Menteri

Baca: Aktor Idris Elba Pos itif Corona, ini adalah Lengkapi informasi pribadi-Membaca: Sebelum ditangkap dalam kasus narkoba, Vanessa Angel (Vanessa Angel) jika saya tidak setuju untuk mentransfer jutaan dolar untuk berpartisipasi dalam kontes video-Reading: Suding Jokowi, Tidak heran bahwa Didu Ahok akan menjadi bos ibukota baru: tempat-tempat bertarung-sesudahnya, banyak korban menjadi sasaran para pelaku, sebanyak sembilan korban dalam operasi dalam waktu tiga bulan.

Pelaku dikenal semua orang, dia dan istrinya bercerai dan bercerai untuk waktu yang lama, setelah perceraian, dia hanya bisa tinggal di rumah sendirian.

Kepala Kepolisian Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan bahwa para pelaku memulai operasi dengan mudah karena profesi guru mereka.

NR a memilih korban untuk berhubungan seks untuk menyampaikan hasrat seksualnya.

“Undang-Undang Perlindungan Anak”

Selama operasi, tersangka kriminal akan diancam dengan hukuman maksimal 15 hukuman dan minimal lima tahun penjara “,” kata kepala polisi ketika dia dibebaskan pada Selasa (17/3/2020).

“” Dengan melanggar Pasal 81, paragraf Aphe, ia menjelaskan bahwa UU No. 81 (1) “IR n 2014” UU No. 35, melibatkan amandemen UU No. 23 tahun 2002 untuk melindungi anak-anak. (Ikbal Nurkarim) – Artikel ini dipublikasikan di tribunkaltim.co, berjudul “Ini adalah dukungan aktor Berau terhadap perilaku Asusila terhadap anak di bawah umur”