Laporan Reporter Seni dari Herdri, Indonesia-ACEH, TRIBUNNEWS.COM-Sejauh ini, tim gabungan masih melakukan inspeksi lapangan, sama seperti sapi-sapi warga di kampung kecil Blang Gadeng yang dimakan harimau hingga mati. Terkait situasi tersebut, Aceh Kamaruzaman, Kepala Cadangan Daerah I BKSDA Peureulak, Desa Seumanah Jaya, Provinsi Aceh Timur, Kabupaten Ranto, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim gabungan.

“BKSDA Aceh dari Langsa mewakili petugas gabungan dari CRU Serbajadi dan mitra kami dari FKL dan WCS” kepada Serambinews.com, Kamis (16/7/2020). Inspeksi di tempat dengan mitra sedang berlangsung.

Meneliti dan menganalisis akar penyebabnya. Harimau itu turun untuk menyerang.

“Setelah memindai hasilnya, kita bisa melanjutkan ke langkah berikutnya,” kata Kamaruzzaman. Kamaruzzaman menjelaskan bahwa mendengar auman Yahu-itu terjadi di beberapa daerah di Aceh, karena ada beberapa tokoh, keberadaan harimau jatuh di dekat pemukiman.

Beberapa karena harimau melintasi wilayah mereka atau rute pengembaraan mereka, dan lainnya yang mengajari anak-anak berburu. Seperti kita ketahui bersama, kisaran harimau jantan dalam negeri bisa mencapai 200 kilometer persegi, dan kisaran hariannya bisa mencapai 20 kilometer.