Laporan Kokatributor Kota Sukabumi di Fauzi Noviandi-TRIBUNNEWS.COM di Kota Sugimoto-Sedikitnya enam orang lansia di Sukabumi, Jawa Barat bernasib sial. Ia menerima Uang Bantuan Sosial (BST) dari Kementerian Pertahanan Indonesia. Urusan sosial diputus oleh RT dan perangkat desa, dengan jumlah Rp 500.000.

Enam orang lansia dari RT 02/02 Desa Semplak, Desa Kampung Buluh, Kabupaten Sukabumi Kabupaten Samplarang, seharusnya mendapat bantuan BST. Akibat dampak Covid-19, mereka mendapat 600.000 rupiah dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penghasilan.

Namun, sejak mereka disunat seharga Rp 500.000, mereka hanya menerima Rp 100.000.

Berdasarkan laporan yang diterima dari warga RA (34) Kampung Buluh di Desa Buluh, pemotongan BST terjadi setelah enam orang lansia mendapat bantuan dana sebesar Rp. Setelah 600.000 .

, mereka diharuskan mengembalikan 500.000 rupiah ke Andé.

Baca: Dapet 303 Laporan, KPK Ingatkan Pemda Soal Kriteria Penerima Kesejahteraan

Bacaan: Pembagian Manfaat Bingung, Wapet Minta Tidak Ada Negara yang Siap Hadapi Covid-19 — -Membaca: Jokowi memerintahkan Menteri Kesejahteraan untuk membuat orang miskin yang belum mendapat bansos bersedih

“Penerima manfaat menerima surat dari desa dan dipulangkan. Keenam lansia tersebut dijemput oleh RT dan sebuah gawai.” Menurut RT dan aparat desa Informasi, lanjut dia, alasan PHK tersebut karena keenam warga tersebut sudah mendapat bantuan dari berbagai sumber untuk memutus bantuan. — “Mereka berdalih uang potongan akan disalurkan kepada warga yang sama sekali belum mendapat batu,” jelasnya.