TRIBUNNEWS.COM-Pemerkosaan seorang gadis berusia 14 tahun asal Denpasar di Bali selatan telah ditangani oleh polisi.

Sepupunya memperkosanya hingga dia hamil pada tahun 2019. -Setelah melahirkan pada awal 2020, dia diperkosa oleh ibu mertuanya. .

Ni Luh Anggraini, Ketua P2TP2A Denpasar (P2TP2A Denpasar), menuturkan, kejadian ini membuat korban secara psikologis berada dalam tekanan ketakutan, kehampaan dan amarah. Selengkapnya: Sang ayah telah memperkosa anaknya sendiri sejak 2018. Setelah bercerai, ia mengaku tak berdaya dan tak mampu menopang jiwa istrinya.Setelah didampingi dan dijelaskan, korban dan ibunya akhirnya bersiap untuk melaporkan kasus tersebut ke kasus ini. Polisi. Psikolog kami segera melaporkan hal ini dan memberikan pemahaman hukum untuk menjaga keamanan ibu korban. Kepolisian Denpasar melaporkan kemarin: “Angrani mengatakan dihubungi pada Senin (29/6/2020).

Angrani mengatakan, kasus itu dilakukan terhadap anggota korban sepsis pada akhir April 2020. Ditemukan saat pemeriksaan. Korban mengalami pendarahan karena diperkosa sebulan setelah melahirkan atau masih dalam masa nifas.

Pada abses tersebut, korban yang depresi memberi tahu polisi.

“Saya tidak bisa mendukung. Ia mengungkapkan kepada konsultan puskesmas ia memeriksakan diri. Kemudian lapor ke P2TP2A untuk dibantu, ”ujarnya.