TRIBUNNEWS.COM, Binta-Tiga warga Pulau Bintan dituduh memperdagangkan 118 kg (kg) metamfetamin menghadapi ancaman pembunuhan. Nugraho, Kamis (27/2/2020).

Haryo juga mengatakan di persidangan bahwa jaksa telah menuntut tiga terdakwa karena melanggar Pasal 114, paragraf 2 UU No. 35 tahun 2009, Pasal 132, paragraf 2 / Tentang narkoba.

Selain itu, dugaan anak perusahaan tersebut melanggar ketentuan Pasal 113 (2) dan Jo Pasal 132 (2) Undang-Undang Anestesi No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Tiga terdakwa mengesahkan kasus narkoba yang didistribusikan oleh Kepolisian Bintan pada 30 Agustus 2019.” – Katanya.

Baca: Dokter Jantung mengungkap penyebab kematian yang mencurigakan, Ashraf Sinclair dari Hotman Paris: menggunakan bahasa Batak

Setelah pensiun dari kerajaan, Pangeran Harry ingin Sebuah nama baru dipanggil alih-alih 118 pangeran metamfetamin bocor, dan ketiganya terjebak. Tersangka menempatkan tiga potong tas metamfetamin dengan 99 paket besar yang dibungkus dengan aluminium foil di sini.

Selain itu, polisi menyita tiga paket besar metamfetamin di mesin cuci dan menyimpan satu paket metamfetamin dalam plastik transparan. — Polisi juga menemukan 17 paket besar metamfetamin yang dibungkus kertas dalam sebuah kotak di bagian belakang. Skema modifikasi Toyota Kijang LGX BP 1126 TA. Setelah semua bukti dikumpulkan, berat total 119 paket besar metamfetamin berhasil ditemukan.Tiga terdakwa berbobot 118.521 kg. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora) -Artikel ini diterbitkan di tribunbatam.id, berjudul terdakwa dalam kasus Sabu 118 kg di bawah ancaman hukuman mati di Bintan