Laporan reporter Serambinews.com Zaki Mubarak-TRIKUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE-Seorang bocah laki-laki berusia 17 tahun di Lhokseumawe, provinsi Aceh, ditangkap polisi karena dianiaya. Satuan Reserse Kriminal Polisi Lhokseumawe menyerang temannya yang berusia 16 tahun.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK, di Serambinews.com oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe Iptu Yoga Panji Prasetya SIK. Pada Rabu (15/7/2020) dipastikan bahwa seorang remaja yang diduga melakukan penyerangan terhadap temannya ditahan dengan “menggunakan tang yang dilengkapi obeng,” kata Kapolsek Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK kepada tim media dalam dua hari terakhir. Baca: Menikmati Indahnya Taman Sawah, Objek Wisata Baru di Lhokseumawe, Layak Dilihat-Sekarang, Korban Masih Berobat di Rumah Sakit di Lhokseumawe. Jadi penyidik ​​akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa saksi-saksi korban, ”ujarnya. Artinya, Pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia (Amandemen 2014 Nomor 35) atau UU Perlindungan Anak 2002 (Pasal 23), yakni 2012 Pasal 11 undang-undang tentang sistem peradilan pidana anak. Anak di bawah umur akan dimutasi. Dia mengatakan: “Jika pembajakan gagal (petunjuk), itu akan diperlakukan secara hukum.