TRIBUNNEWS.COM-Kisah menggembirakan datang dari seorang siswa bernama Teara di Magelang yang hendak belajar di pinggir jalan.

Alasannya karena tidak ada sinyal internet untuk melakukan kegiatan universitas secara online. Kabar Teara didengar pihak kampus hingga akhirnya mendapat apresiasi akhir.

Teara sangat terharu ketika Perdana Menteri, dekan pimpinan program studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan tim dari Universitas Muhammadiyah Magelang berkunjung. Rumahnya berada di Desa Dusun Naran II, Desa Kainaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Rabu (22/7/2020)).

Dia berterima kasih kepada kampus atas perhatian dan penghargaannya setelah virus mengamuk. Jalannya, karena tidak ada sinyal.

“Tara terima kasih madam, madam.” Ucap Teara menyapa Dr. Suliswiyadi, Presiden Universitas Mohammedia Universitas Magelang dan Ag. Saat Marlina Kurnia dari Della MM tiba di rumahnya.

Ibu Teara, Kumaroyani (45 tahun) menemaninya dengan ekspresi bahagia.

Membaca: Banyak Siswa yang Tidak Bisa Belajar Online, Guru SD Pekalongan Mengajar Melalui Radio Bacaan: Dari 28.000 Pondok Pesantren, hanya 8.000 yang siap cegah Covid-19. Hal ini dilakukan agar siswa aman Study-Reading: Jika mahasiswa asing di Amerika Serikat disarankan untuk kembali ke negara asalnya dan hanya belajar secara online – karena sulitnya transmisi sinyal kemarin, maka gambar-gambar pulling meeting online di pinggir jalan terpaksa dipajang di jalan Usai dipaksa menyebar, kampus Universitas Mohammedia Universitas Magelang langsung mendatangi Thira pada Rabu (22/7/2020).

Mereka ingin prihatin dengan upayanya tetap online selama pandemi ini. Teara yang menimba ilmu memberikan penghargaan dan simpati.

Perdana Menteri, Dekan FEB dan pimpinan proyek penelitian Universitas Muhammadiyah Magelang di Thira, sebagai mahasiswa pemberantasan wabah penyakit.