TRIBUNNEWS.COM-Warga Bone mengalami penganiayaan terhadap sekitar 20 orang.

Korban mengatakan bahwa ia dianiaya ketika hendak mengakhiri kerusuhan antar pemuda antar desa.

Ketika seseorang mengusir korban, penganiayaan dimulai. -Mulyadi, warga Desa Pakkasalo, Jalan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta polisi mengusut penganiayaan yang dialaminya.

Ia melapor sejak Sabtu (19/9/2020). Kejadian tersebut hingga saat ini belum ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Dia mengumumkan pada Jumat (25/9/2020).

Muliadi sudah mengalami sekitar 20 penganiayaan. Warga Desa Tempe di Kecamatan Dua Boccoe. Pendarahan

katanya, Semangat penganiayaan dongeng bermula saat ia berhenti karena keributan antara anak muda di Tempe dan desa Panyiri – mereka juga menuntut penyelesaian damai di desa Muridi. Saat hendak meninggalkan lokasi, ia di lempar oleh seseorang. .

Lalu dia memarahi dan bertanya siapa yang melemparkannya, lalu ketika seseorang dikutuk dan terjadi perkelahian, dia merasa sangat marah.