Laporan Reporter Tribunnews.com Reza Deni

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, menyampaikan keprihatinannya atas protes terhadap UU Cipta Karya yang berujung rusuh dalam dua hari terakhir, khususnya di China. Beberapa tempat di Provinsi Jawa-Ini tidak ada kaitannya dengan fasilitas atau urusan Ganjar, melainkan dengan situasi pandemi di bidang kesehatan masyarakat (khususnya Jawa Tengah).

“Jadi saat protes, saya tidak gugup karena pintu saya roboh. Kalau pintu saya roboh. Saya sedang menyelesaikan masalah ini, tidak masalah,” kata Ganjer, Sabtu (10/10/2020) Berbicara dengan Andy F Noya di Instagram Live Andy Show. Beberapa orang menolak dan tidak setuju dengan keputusan pemerintah dan Republik Demokratik Rakyat untuk mengeluarkan undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, ada cara lain selain bentuk ekspresi.

Baca: Bella Freud Diprotes dan Perampokan Merajalela di Pusat Kota Washington

“Lalu teman-teman saya terpaksa tinggal Mo, sesak, ramai, tanpa topeng, saya langsung hitung “Pakai kalkulator” dan pasti akan meledak (jumlah kasus positif), “lanjutnya.

Selain itu, Gangal menekankan bahwa anak-anak sekolah melakukan protes, seperti yang dia lakukan ketika dia mengunjungi kantor. Polisi dikirim setelah protes.

Gangal berkata bahwa anak muda harus mudah terprovokasi tanpa harus memahami masalahnya dengan hati-hati.

“Sepertinya mereka tidak semua tahu masalahnya. Kami hanya ingin memberitahu diri kami sendiri bahwa kami bisa mendemonstrasikan, tapi tolong katakan ini adalah pandemi. Mari kita jaga satu sama lain,”