TRIBUNNEWS.COM-Protes hukum komprehensif Surabaya dan Malang terhadap “UU Cipta Kerja” bergejolak pada Kamis (8 Agustus 2020).

Selama demonstrasi, polisi menangkap 634 demonstran anarkis. -Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Direktur Humas Polda Jatim, mengatakan dari 634 pengunjuk rasa yang ditangkap, 505 berasal dari Surabaya dan 129 dari Kota Malang. : Tindakan Walikota Risma Pascademo menolak UU penciptaan lapangan kerja dan penipuan pengumpulan sampah oleh provokator- “Kami tangkap 634 orang dari Surabaya dan Malang, yang mirip dengan Surabaya dan Malang. Terkait dengan kerusuhan. ”/ 2020) malam ini.

Para pengunjuk rasa akan menjalani tes cepat dan penyeka sebelum dituntut.

“Jika positif Covid-19, mereka akan dikarantina dulu,” katanya. -Membaca: Mobil patroli polisi dijatuhkan saat demonstrasi UU penciptaan lapangan kerja di Pekanbaru-Bacaan: Waktu baca UU penciptaan lapangan kerja tidak terpengaruh oleh penipuan media sosial-Bacaan: Menurut laporan , Reporter Mer ahputih.com menghilang saat menutup-nutupi untuk memprotes penolakan terhadap “UU Penciptaan Kerja” -polisi mengeksplorasi peran masing-masing pengunjuk rasa dalam operasi anarkis. Ancamannya adalah perusakan fasilitas umum Pasal 406 dan 218 KUHP dan pasal 212 terkait kombatan. Hawa: Mahfud MD mengklarifikasi UU penciptaan lapangan kerja, penipuan cuti dan pesangon-kabarnya, protes hukum komprehensif di Surabaya berakhir kacau. Dua pintu Gedung Grahadi. –Polisi membubarkan secara paksa massa dan menangkap mereka yang dianggap anarkis. -Di Malang, operasi besar-besaran dengan syarat yang sama terpaksa dibubarkan karena merusak gedung DPRD di Malang.

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan tajuk “Anarkis, 634 Pengunjuk rasa melawan hukum komprehensif ditangkap di Surabaya dan Malang