TRIBUNNEWS.COM-Konon pria bernama Samaji (53 tahun) pergi dengan sarung sejak subuh dan tak pernah pulang. Sabtu (18 Juli 2020) sore, sebuah desa di Kecamatan Jatirogo, Tuban.

Kapolsek Jatirogo Elis Suendayati mengatakan kepada saksi WIB Supardi sekitar pukul 11.00 bahwa anak korban mengatakan bahwa orang tuanya belum pulang. : Timeline kasus bunuh diri Miura Haruma – Saksi menanyakan keluarga korban Menurut keterangan saudara laki-laki korban, Samagi meninggalkan rumah dengan selendang sejak subuh. —— “Saksi curiga, kemudian saksi lain diminta untuk mencari keberadaan korban, dan akhirnya diketahui bahwa korban meninggal di bawah pohon bambu di selatan rumahnya.” / 19/2020). Setelah itu, saksi menginformasikan kepada aparat desa tentang kejadian tersebut dan kasus tersebut ditutup. Sapa polisi.

Polisi ini memimpin TKP dan meminta keterangan dari banyak saksi. Ia menyimpulkan, setelah pemeriksaan kesehatan, tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan alasan hukuman gantung tidak diketahui.”

Korban gantung diri di Desa Bader di Kecamatan Jatirogo dan dievakuasi ke aula ritual. (SURYA.co.id/M. Sudarsono)

* Berita atau artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi bunuh diri. Pasien mental yang merasa membutuhkan konseling bunuh diri dapat bercerita, berkonsultasi atau menemui psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas medis. Layanan kesehatan mental. Pembaca bisa menghindari bunuh diri melalui berbagai jalur, Dr. RSJD adalah salah satunya. Arif Zainudin Surakarta (Arif Zainudin Surakarta) 08122551001

Tulisan ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Timeline Seorang pria di Tuban meninggalkan rumahnya sejak subuh dan tiba-tiba mendapati dirinya digantung