TRIBUNNEWS.COM-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Saratiga menampilkan hukum yang lengkap bertuliskan “RIP DPR” sambil memegang peti mati. Presiden Joko Widodo (Jokowi). -Mula-mula anggota PMII mendatangi kantor DPRD di Saratiga dan berdebat saat pintu ditutup.

Baca: Aksi heroik yang terekam CCTV. Pemuda itu menyelamatkan polisi yang dikerumuni massa dan mendemonstrasikan penolakan UU Cipta Kerja. Namun, setelah diterima pimpinan Partai Demokrat Salatiga di pendopo, massa langsung duduk dan mengumumkan Pernyataan sikap.

Ketua PMII Kota Saratiga Syukri Abadi mengatakan alasan tindakan tersebut adalah karena pandemi Covid-19, pemerintah dan DPR RI kecewa dengan mengesahkan UU Cipta Kerja. Dari sisi pekerja, PMII menyatakan penentangannya terhadap adanya UU Cipta Kerja, ”kata Syukri, Jumat (9/9/2020). (Perppu) UU.

Baca: Puluhan mahasiswa ikut unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja Jombang , Mengaku diundang dan mendapat undangan publik.

“Kami juga menghimbau DPRD Kota Salatiga untuk menolaknya. Ia menegaskan, penolakan yang diajukan DPRD merupakan bagian dari keinginan masyarakat.

Menanggapi persyaratan tersebut, Ketua DPRD Salatiga Ishak Palit mengumumkan akan menindaklanjuti sesuai dengan persyaratan PMII Saratiga. Saya akan menulis kepada Presiden Jokovy. Ia menjelaskan, surat tersebut juga memuat permintaan mahasiswa atas keinginan pemerintah pusat. Terus terang saya ucapkan terima kasih kepada para siswa yang menyampaikan keinginannya dengan tertib dan rasional. Sebagai siswa yang terpelajar, inilah budaya siswa. (Kompas.com/Dian Ade Permana)

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul “Ketua DPRD Salatiga, Demo Mahasiswa Bawa Keranda, Untuk Joko Hikmah”.