TRIBUNNEWS.COM, Nepal-Seorang polisi yang merupakan anggota Polsek Pekutatan Mabes Polri Jembrana, Bali, memegang tiket dan diduga meminta uang Rp 1 juta kepada supir turis Jepang tersebut. .

Usai rekaman video virus, Polsek Jembrana menelepon dan meninjau polisi bersama rekan-rekannya kemarin. Rekan-rekannya juga terlihat di rekaman video tersebut.

“Sudah dipanggil dan sekarang berada di ruang Departemen Propam (Profesi dan Keamanan). Kalau benar hasil penyidikan selanjutnya menunjukkan dia bersalah, maka kami lanjutkan,” Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Wibawa dalam jumpa pers di Mabes Polri bahwa Jem Brana (Kamis (20/8/2020)). – Ketut menjelaskan dari pengakuan stafnya bahwa kejadian tersebut terjadi pada pertengahan 2019. -Gaya Kenky Informasi kanal menunjukkan video itu diunggah pada Desember 2019. – Kapolsek mengungkapkan ada operasi penggeledahan di kawasan Pekutatan Polsek saat itu.

Kapolres mengaku baru mendengarnya pada pukul 06.00 WITA Kamis. Melalui video virus .- “Kemudian panggil anggota tersebut, dan informasinya saat ini digunakan untuk diproses lebih lanjut.” Video virus tersebut menunjukkan bahwa pengendara sepeda motor yang didenda oleh polisi dianggap sebagai Warga Negara Jepang (WN) karena kereta motor tersebut. Gak Terang.

Baca: Tiket Polisi Tiket Virus, 1 Juta Rupiah untuk Wisatawan Jepang