TRIBUNNEWS.COM, LABUHANBATU-Labuhanbatu, Sumatera, Sudan Utara Polisi masih prihatin dengan kasus milisi yang melakukan pelecehan terhadap warga dari Labuhanbatu Selatan dan dimulai dengan akronim IMF. Upaya untuk mengumpulkan Dana Moneter Internasional untuk ditanyai kemarin (7/27/2020).

Namun, Dana Moneter Internasional memilih untuk tidak hadir tanpa alasan.

Baca: Perorangan Anggota DPRD Labusel yang Diduga Melakukan Penyiksaan, Polisi Bilang: “Saat Ini Dia Sedang Investigasi. Sampai nanti, jika kami tidak memenuhi panggilan pengadilan (selanjutnya), kami akan mengambil tindakan hukum untuk memaksa upaya penjemputan korban. Kata Argus saat berkunjung ke Korea Utara. 022 Pantai Timur, Selasa (28/7/28) .- Argus mengatakan karena tidak ada IMF kemarin, penyidik ​​menunda panggilan pengadilan pada Kamis (2020/7/30). -Dia berharap Dana Moneter Internasional akan mematuhi hukum dan berpartisipasi dalam misi penyidik. Jika Dana Moneter Internasional kembali absen, Argus meyakinkannya akan bertindak tegas.

“Saya berharap dia akan ada di sana.” Kata Argus.

Mengenai hal ini, Argus menyetujui kepada korban MJY untuk membuat laporan.

Laporan korban disusun berdasarkan bukti laporan STPLP / 787 / VII / 2020 / SPKT RES-LBH Polsek Labuhanbatu.