MUARA SABAK TRIBUNNEWS.COM-Kekhawatiran warga Tanjung Jabung Timur terhadap satwa liar dituding menjadi salah satu penyebab masyarakat di kawasan tersebut diserang oleh satwa.

Dokter hewan Disbunak Tanjabtim Dr. Ronnie, Kamis (2) / 7) menjelaskan, serangan satwa liar di Tanjabtim tersebut terutama disebabkan oleh human error atau ketidaktahuan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabutim akan terus melakukan vaksinasi secara rutin, yang diharapkan bisa terjadi. Jika terjangkit rabies setelah menggigit hewan liar, dokter hewan Disbunak Tanjabtim akan mengoptimalkan vaksin hewan tersebut.

Dilaporkan bahwa beberapa kasus gigitan dan gigitan hewan liar seperti anjing, kucing dan monyet dilaporkan ke Disbunak terutama karena antusiasme manusia. Namun menurut hasil pengujian, hewan-hewan tersebut bukanlah pembawa penyakit rabies.

“Dalam beberapa kasus yang kami terima, sebagian besar gigitan dikaitkan dengan manusia. Misalnya, anjing atau kucing yang dijelaskan Ronnie.” Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ketika menghadapi situasi serupa, pihaknya melihat Jadwal acara baru, jika korban bisa dirawat lebih lanjut untuk mendapat vaksinasi rabies.

Baca: Wuhan melarang warganya memakan dan berburu satwa liar untuk mencegah penyebaran Covid-19

Baca: 6 jenis yang bisa disebabkan oleh kelelawar: Corona, Nipa, dan Rabies

Baca: Bali Sepuluh ekor anjing di Pulau Karangasem marah – “Tapi kalau memang begitu, VAR tidak akan dilakukan karena ketidaktahuan manusia. Dia menambahkan karena suntikan VAR itu sendiri sangat mahal, dia berkata:” VAR adalah domain Puskesmas. “Ya, selama ini pihaknya rutin melakukan vaksinasi terhadap sapi dan hewan liar (seperti anjing dan kucing).

Untuk hewan yang sudah divaksinasi rabies, pemilik hewan tersebut akan mendapat vaksin. Kartu vaksinasi menunjukkan bahwa hewannya sudah divaksinasi selama satu tahun. Pemiliknya bisa menunjukkan kartu vaksinasi hewannya, ”terangnya.

Karena Kabupaten Thanjabutim merupakan kawasan perkebunan, banyak warga yang memelihara anjing untuk berburu hama hutan.

Hingga saat ini dari Januari hingga Mei, menurut data Disbunak, sekitar 600 spesies hewan telah divaksinasi rabies, tersebar di beberapa daerah (Abdullah Usman)

Artikel ini Dipublish di Tribu njambi.com dengan headline: Banyak serangan satwa liar di Thanjabu Timur karena usil warga ganggu anjing yang sudah menikah