TRIBUNNEWS.COM-Samsul Bahri (41 tahun), tersangka pembunuhan anak di bawah umur dan anak paksa, meninggal dini hari Minggu (18/10/2020) dini hari. -Iptu Arief Sukmo Wibowo, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Langsa, menjelaskan sehari sebelum wafatnya WIB, Sabtu pagi (17/10/2020), para tersangka ramai dan jarang mau makan di RSJ. – SB dibawa pergi oleh polisi dari RSUD Langsa untuk dikeluhkan sesak napas.

Tonton videonya:

Kemudian setelah mengunjungi RSUD Langsa, SB melakukan tindakan medis berikut: Pengatur suhu (hasil normal 36,7) ), kontrol tekanan darah (hasil normal 107/68), kontrol tingkat oksigen (hasil 97%) deteksi.

“Setelah Cek Suhu, Cek Voltase dan Cek Kadar Oksigen Tersangka SB, Semuanya Normal.” – Baca Juga: Ibu Pemerkosa dan Pembunuh Anak Ditahan dan Dikuburkan Bersama Korban dengan TPU . -Dokter kemudian memberi tersangka SB infus semalaman, ”jelas Iptu Arif. Kondisi SB sudah membaik, sehingga pada pagi WIB Sabtu (17/10/2020) pagi, dokter menyetujui SB untuk menjemputnya. Masuk ke rumah Polsek Langsa, atau jarang makan. Dia menjelaskan, tersangka SB memakan nasi yang sudah lama berada di sel sekitar pukul 20.00, ”jelasnya. Pukul 11.30 malam, tersangka pidana WIB mengadukan kurungan tersebut, dan sipir lapas langsung melaporkan kondisi napi (tersangka SB) ke piket.

Halaman selanjutnya >>>>>>> Lihat juga: Wanita yang kecanduan bukan lagi istri yang sah, dia telah melayani mantan kliennya sampai dia ditangkap oleh suaminya. : Menjelang kematiannya, pestisida dan pemerkosa ibu muda mengatakan hal ini kepada polisi dan tahanan lain – dan membaca: Ketika suaminya dituntut karena cerai, istri pertama, Nita Talia ( Nita Thalia) berseru: sedih, kenapa harus berakhir seperti ini?