Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kapal itu diterjang gelombang besar di perairan Laut Aru, dan empat penumpang tenggelam, persis di dekat muara Sungai Sir Aru di Guru Utara, Maluku. (19 Februari 2020) menyebabkan kematian seorang penumpang bernama Mercy Djabumona (23).

Baca: Di Cigent Kabupaten Cianjur, tebing mencapai tanah longsor 8 meter dan menjadi korban.

Setelah kejadian itu, korban menghilang.

Ipda Kalep Rumtutuli, kepala polisi utara dari Aru, mengatakan bahwa kapal bersama keluarganya meninggalkan Dubbo dan pergi ke desa Weifal dengan Mr. Jazz.

Namun, ketika lewat di dekat lokasi kecelakaan, kapal itu dihantam ombak berkali-kali sampai tenggelam. — “Satu dari empat penumpang hilang pada saat itu dan ditemukan tewas dalam proses pencarian korban,” kata Kalep di Ambon, Kamis (20 Februari, 2020). Setelah kejadian itu, ia dipanggil Meky Djabumon, Johanes Djabumona dan Laurensius Djabumona.

Tiga penumpang selamat dengan bantuan perahu dari penduduk desa setempat.

“Kami sangat berterima kasih, karena ada kapal untuk membantu, sehingga tiga orang bisa diselamatkan,” kata Kalup.

Menurut kesaksian warga, kecelakaan itu terjadi pada saat itu karena cuaca laut yang keras pada saat itu.

– Baca: Ditusuk berulang kali, istri berharap suaminya akan terus dihukum oleh hukum, meskipun mereka mungkin bebas

Gelombang “Warga yang mengetahui kejadian itu segera membantu menemukan korban yang hilang dan setelah mereka ditemukan mati Cari, “kata Calep. Artikel ini dimuat di Kompas.com, berjudul: 1 perahu terbunuh oleh keluarga yang tenggelam di Maluku