TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Pendidikan Surabaya, Moch Isa Anshori, menanggapi maraknya tweet “kecurangan massal” di masa Perserikatan Bangsa-Bangsa, menurutnya, sekolah yang menerapkan kecurangan besar-besaran tersebut tidak melakukan apa-apa. Itu melakukan pendidikan karakter kepada siswa. , Kecurangan skala besar semacam ini langsung dikeluarkan oleh gurunya sendiri.

“Anak-anak yang lulus sekolah itu tidak baik, guru sendiri malah memesan hal-hal yang buruk.” Mantan Ketua Dinas Pendidikan Surabaya itu mengatakan kepada Tribunnews, Jumat (6/6/2020): “Saya kira guru harus belajar pendidikan karakter.” Jaga agar nama sekolah benar.Pengamat: Ini Ketidaktaatan-Bacaan: Kisah lulusan pendidikan terbaik Papua, dengan guru yang hanya satu dan buku terbatas-Issa mengatakan karena sekolah “ curang masif ” ini Harus bertanggung jawab dalam meningkatkan pendidikan karakter, jika ada guru.

Hal ini agar guru memahami apa yang harus diajarkan kepada siswa.

“Guru adalah kuncinya, kamu harus tahu apa itu kejujuran, ini curang.” – – “Karena guru punya tanggung jawab untuk membuat anak jujur ​​dan bertanggung jawab,” jelas Yisha.