Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono

Jakarta Tribunnews.com-Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak pernah bosan mengingatkan warga untuk mengimplementasikan perjanjian Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.

Risma sering melakukan kegiatan ini dengan mengunjungi pasar di wilayah Surabaya.

“WIB di pasar pada jam 5:00 pagi, saya mengingatkan saya untuk menjaga jarak, memakai topeng, bagaimana menyimpan uang, jangan menyentuh”, kata Risma dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (26/5/2020) .

Baca: Daftar periksa kartu persiapan kerja putaran ke-4, sambungkan ke www.prakerja.go.id: Periksa proses yang menyebabkan kegagalan

Baca: Polisi Sulawesi menggunakan pembelian berbayarnya untuk Sapi dan 100 penduduk tidak mampu membeli ayam Ekor Risma juga mengingatkan warganya untuk optimis tentang pandemi Covid-19 sehingga sistem kekebalan sistem tetap terjaga.

“Selalu gunakan protokol Covid-19, kita tidak boleh berlebihan, karena kita percaya bahwa Tuhan tidak akan menguji kemampuan kita,” kata Reesma.

Menurut Covid-19, epidemi tidak selalu membawa kesedihan kepada masyarakat, tetapi mampu berkomunikasi memiliki sisi positif dengan sebanyak mungkin orang. Berkat teknologi informasi.

“Biasanya, dalam keadaan normal, dapat menampung 1.000 orang, tetapi sekarang dapat menampung 30.000 orang. Tuhan menyukai rintangan, tetapi Tuhan memberikan kesempatan,” kata Lisma. Di sisi lain, selama pandemi Covid-19, Risma mengakui bahwa dia telah menyelesaikan banyak tugas di dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga miskinnya.

“Bekerja di City Hall Park, kami telah memasang dapur umum.”