TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Bogor dan TNI-Polri bekerja sama untuk membatasi wisatawan ke Jalan Puncak Kabupaten Bogor di Jawa Barat, kemudian melaksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) DKI Jakarta berskala besar. 50%. Ya, “Setiap akhir pekan mulai Sabtu, Minggu hingga Jumat relatif aman, tidak ada kemacetan, ya,” kata Ad Yassin, Bupati Bogor di Cibinong, Kota Bogor, Sabtu. Berputar balik beberapa kendaraan di gerbang tol Gadog untuk mengantisipasi masuknya wisatawan ke kawasan Puncak, khususnya dari DKI Jakarta yang bakal menghadapi dampak penuh PSBB pada 14 September 2020. Pemkab dimulai dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Satpolres Bogor dan Kodim 0621 / Kabupaten Bogor menggelar aksi bersama di dekat pintu tol Gadoga pada Sabtu pagi. – “Kepolisian Bogor sudah membalikkan keadaan. Bagi yang tidak berminat silakan kembali,” kata Ade Yasin.

“Jika Anda tertarik untuk pergi ke daerah Qian’anzul atau daerah lain, silakan lanjutkan.” Lanjutnya. Bogor menuturkan, Satpol PP juga melakukan pembersihan umum di pusat padat yang ada di jalan menuju Puncak untuk mengecek apakah aturan penggunaan masker dan fungsi tempat komersial sudah dipenuhi.

Baca: Total Persoalan Total PSBB Anies Baswedan di Jakarta Ajak Pemerintah Pusat Berikan Dukungan — Baca: Besok Besok Besok Total PSBB di Jakarta, Jangan Ajukan Izin Masuk dan Keluar- “Satpol PP Perkuat Disiplin Jam Kerja, Sebanyak 50% wisatawan dikenakan tindakan disipliner. Ia mengatakan: “Restoran dan hotel serta tempat komersial lainnya.” Alhasil, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan sedikitnya 600 bupati, polisi, dan jajaran pemerintah koalisi TNI turut serta membatasi pengunjung. Pekerjaan. Di bagian selatan Kabupaten Bogor n Sesuai dengan Peraturan Bupati Bogor Nomor 60 Tahun 2020, batasan jumlah pengunjung tempat wisata dan restoran adalah 50% dari kapasitas situs, mulai pukul 10.00 WIB, Pukul 19.00 WIB, “kata Roland.

Artikel ini pernah dimuat di Kompas.com dengan judul: Perjalanan di Jalur Puncak Bogor dibatasi, mohon bersiap untuk berbalik.