TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU-RMS (31 tahun) mengaku menyayangkan perbuatannya yang mencuri bungkusan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Kecamatan Tandun, Desa Tandun Barat, dua pertiganya. Pria itu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi permintaan maaf itu lagi.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh RMS kepada Dirjen (Dirut) PTPN V Jatmiko K Santosa. Ia mengunjungi rumahnya di Desa Koto Tandun, Kecamatan Rohul Tandun. RMS mengatakan, “Kamis (6 Juni 2020) Malam ini.

“Tuan, maafkan saya. Pak, saya minta maaf dan berjanji untuk tidak melakukan ini lagi. “

– Bersama suaminya Junaidi (43), dia meminta maaf kepada perusahaan atas kelakuan istrinya.

Sebagai kepala keluarga, dia berjanji akan membesarkan istrinya agar tidak salah jalan. Saya ingatkan jangan sampai Sekali lagi. “Jadi saya kasihan semua pihak, terutama PTPNV. Nanti saya janji akan jaga istri saya, ”kata pria serabutan itu. -Pengakuan RMS: Khilaf saat nasi habis

Di saat yang sama, RMS mengaku di Kompas.com bahwa dia mencuri negara. Sebelum tusuk buah sawit perusahaan, beras keluarganya habis. Ia juga kelelahan karena membeli beras. Di saat yang sama, suaminya bekerja dan bermalam di perkebunan sawit orang lain.