TRIBUNNEWS.COM di Toulon-melihat seorang ibu yang baru berusia 40 tahun menunggu anaknya, dia sibuk dengan isolasi dan karantina IAIN Tulungagung Rusunawa.

Menunggu dengan sabar untuk KPA pinggul (7), dia sibuk memegang telepon.

Di layar, kakakku sedang berbicara.

KPA menggelengkan kepalanya dan mengungkapkan kegembiraannya.

Tidak ada kesedihan di wajah anak kelas satu di sekolah dasar-meskipun dia adalah 212 Covid-19 pasien di Rusunawa IAIN Tulungagung yang berusia 40 tahun.

Baca: Tidak ada penyebaran dalam dua bulan, Beijing mencatat 158 ‚Äč‚Äčkasus positif Covid-19 baru hanya dalam satu minggu — Baca: Memutus rantai Covid-19, BIN menyelenggarakan tes cepat BPK

Baca: Pada prakerja.go.id, Covid-19 menetapkan daftar kartu pra-kerja Wave 4 PME, termasuk target utama

SR, sang ibu, bukan pasien aktif Covid-19. -Apa swab mengkonfirmasi bahwa ibu dari empat anak itu tidak terinfeksi. -Namun, untuk merawat anak-anak, SR berharap untuk tinggal di daerah terpencil yang dikelilingi oleh pasien. SR berkata: “Saya tidak bisa tidak berada di sini. Kasihan Nduk (disebut seorang gadis), tidak ada yang peduli.” SR bertemu di belakang tempat penampungan atau pondok dan melewatkannya pada hari Kamis (6 Juni 2020).