Paraguay TRIBUNNEWS.COM-Pria berinisial JM (63) itu menjadi korban pembunuhan kakaknya.

Pelaku berinisial TR (65) itu patah hati dan disebut bodoh JM dan TR setelah dibunuh. Mereka bergotong royong di kebunnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai, HST.

AKP Dany Sulistiono, Kepala Bagian Reserse Kriminal Polsek HST, mengatakan korban meninggal di tempat kejadian setelah dipukul empat kali oleh pelaku. ——AKP Dany Sulistiono dalam surat konfirmasi, Rabu (8 Juli 2020), mengatakan: “Penyerang digambarkan bodoh dan terluka oleh korban. Penulis langsung digerakkan dan membunuh korban di tempat kejadian.” – -Membaca: Jenazah Vanny Yulia ditemukan di Palembang, masih berfungsi-sebelum membunuh korban, saksi melihat penulis berdebat dengan korban.

Dari sana, kasus pembunuhan dengan cepat diselesaikan.

Saksi datang untuk melihat anak perempuan korban dan mengatakan bahwa korban ditemukan terbaring mati di taman. Korban, pelaku tidak pulang.

Baca: Di Kalimantan Selatan, Dua Orang Muda Bertempur Melawan Kekuatan Gaib, dan Satu Orang Tewas. Ternyata Ada Alasan Pak Tua Balas Dendam

Penyerang tetap bekerja seperti biasa. Di kebun mereka hingga dua anggota TNI Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendapat laporan untuk menangkap pelaku. – “Penulis ditangkap di TKP, menangkap seorang anggota Polsek dan TNI Babinsa, serta menemukan beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam yang penulis gunakan untuk membunuh korban,” jelasnya.

Untuk dilakukan penyidikan, pelaku langsung dibawa ke HST Mabes Polri. Menurut pasal 351, perlakuan buruk terhadap penulis akan mengakibatkan kematiannya dan dijatuhi hukuman penjara 7 tahun. (Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar) -Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Sebut Emosi Bodoh, Pria Membunuh Saudaranya”