Reporter Tribunnews.com melaporkan Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Constitutional Society (CLS) atau rencana kegiatan diskusi akademis yang diselenggarakan oleh akademi konstitusi Fakultas Hukum Universitas Jajamada (UGM) mengakhiri peristiwa terorisme. terjadi.

Tindakan teroris ini dialami oleh penyelenggara dan sumber.

— Sebelum menunggu laporan resmi dari kepolisian, pihak kepolisian (DIY) Daerah Istimewa Yogyakarta telah aktif mengusut pihak-pihak yang mengintimidasi dan mengintimidasi penyelenggara diskusi.

Baca: Ahmed Saloni Himbau Kepolisian Berikan Perlindungan Kepada Semua Pihak Terancam Pembicaraan di UGM

Baca: Presiden KAHGAMA Otto Hasibang Himbau Mahasiswa UGM Selidiki Lengkap Tindak Teroris Profesor UII-Baca: Mendownload konten tulisan tangan Jokowi tak lolos UGM di Twitter, warga Cianjur mengaku ponselnya diretas – Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto mengatakan penyidikannya Para personel masih mengumpulkan bukti dan petunjuk terkait terorisme dan intimidasi. -Ni’matul Huda, guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menyampaikan laporan polisi tentang ancaman pembunuhan melalui WhatsApp kepada SPKT Polda DIY. Diantaranya, Ni ‘Matul Huda menjadi orang penting dalam diskusi tersebut, maka hubungi Tribunnews.com Yuliyanto mengatakan: “Saksi terlapor ada di BAP. Saksi lain yang dipanggil wartawan dalam proses somasi disebutkan dalam berita acara penyidikan. “Sabtu (6/6/2020) .

Yuliyanto meminta semua pihak bersabar, karena penyidik ​​masih bekerja keras mengusut kasus tersebut. Ia memastikan polisi menindak tegas setiap pelanggar, termasuk mereka yang melanggar hukum. Mengintimidasi dan mengintimidasi penyelenggara diskusi.