Yogyakarta TRIBUNNEWS.COM-PT PP (Persero) Tbk telah menyelesaikan pembangunan proyek Bandara Internasional Yogyakarta di Kulongpuro, kawasan khusus Yogyakarta.

Sejauh menyangkut pengembangan sisi udara, pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan dalam waktu 8 bulan. Sebab, landasan pacu (juga dikenal sebagai landasan pacu bandara) dapat menampung pesawat terberat, yaitu Boeing 777 bermuatan penuh dan pesawat terbesar Airbus A380.

Baca: Mulai 20 Agustus 2020, Bandara Air Terjun Hussein Sastra Bandung Bakal Sediakan Layanan Penerbangan Pesawat Jet

Roman Arthur, Managing Director PT PP Roman Arsyad dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (16/8/2020) mengatakan, kapasitas landasan pacu akhir bisa mencapai lebih dari 40 pesawat lepas landas dan mendarat per jam. Sementara di sisi kota, kapasitas terminal YIA mampu melayani 20 juta penumpang setiap tahun.

YIA adalah satu-satunya bandara di Indonesia yang menyediakan jalur bawah tanah untuk karyawan dan penyewa. Bandara ini akan beroperasi penuh akhir Maret 2020.

Baca: Jumlah penumpang di Bandara Lombok Juli 2020 meningkat 188%

Nilai kontrak proyek ini 6, Rp 98 triliun Indonesia Shield, menyelesaikan area sisi udara tercepat dan bandara paling spesifik yang digunakan. -Pembangunan bandara baru ini dilakukan dalam lingkup pekerjaan yang meliputi aksesibilitas, perbatasan kota, dan sisi udara. -Arsitektur Bandara YIA dirancang berdasarkan konsep kearifan lokal, dan karya seni yang melibatkan 46 lokasi di Yogyakarta telah dilaksanakan.

Selain itu, dalam desain arsitektural, juga tercermin bahwa tanah di lima desa dipengaruhi oleh pembangunan bandara luar angkasa, dan tanah desa-desa tersebut juga terpengaruh. Visualisasikan dalam bentuk karya seni. Novel tersebut mengatakan: “8 magnitudo dan penerapan parameter seismik baru untuk memprediksi tsunami dan likuifaksi.” Kabar tersebut disiarkan di Kompas.com dengan tajuk: PT PP Lengkap Proyek Bandara YIA Kulon Progo