Penyumbang wilayah Sukabumi Laporan Bpk. Rizal Jalaludin-SUKABUMI TRIBUNNEWS.COM-Polisi Sukabumi menangkap 3 preman berinisial AG, A dan R. Sukabumi pada Selasa (28 Juli 2020).

Ketiga preman itu bereaksi keras dan menghancurkan rumah sewa dan toko yang viral di aplikasi perpesanan WhatsApp di video tersebut.

Baca: Seorang Pria 70 Tahun Ditangkap Warga Banyak Anak Laki-laki Sukabumi

Dalam video berdurasi sekitar 30 detik, mereka dengan kasar menghancurkan jendela kontrakan Harun dengan arit dan balok kayu . kayu.

Mereka bahkan menghancurkan perapian di pintu sewaan dan menendang pintu hingga terbuka.

Tapi saat polisi Sukabumi mengusir polisi, massa tak perlu tunduk pada jumpa pers mendatang.

Bacaan: Industri logam kecil Sukabumi dibantu mesin dan peralatan lain-seketika kekejamannya lenyap, bahkan preman terikat pun menangis. –Anda dapat melihat tersangka yang memakai borgol berinisial AG menangis dan mengeringkan air matanya. Berbicara pada jumpa pers yang digelar di Mapolda Sukabumi pada 28 Februari (28 Juli 2020), kata Kapolsek Sukabumi AKBP M Lukman Syarif. Tersangka polisi berhasil mendapatkan beberapa bukti.

Termasuk sabit, balok, dua sepeda motor dan telepon genggam. Pasal 2 (1) tahun 1951 mengancam sepuluh tahun penjara.

“Ancaman sanksi kami terapkan pada Pasal 170 KUHP atau UU Darurat No 12. Mengenai penggunaan Pasal 1, Pasal 2 (1), dia menjelaskan:” Penggunaan senjata tajam tanpa izin , Akan menghadapi ancaman hingga 10 tahun. Jawab: Artikel ini di posting di tribunjabar.id dengan headline bahwa ketika Garang merusak sebuah toko, Sukabumi ditangkap polisi atas tuduhan pencurian sambil menangis.