Denpasar TRIBUNNEWS.COM-Penyidik ​​Polda Bali menggeledah rumah tersangka dalam akta tanah Tri Nugraha dan kasus hibah TPPU di Jalan Padang Plaugarang, Denpasar Barat, Bali – hasilnya Bali Polisi menemukan dua pucuk senjata dan puluhan makhluk hidup. “Kami menemukan dua pucuk senjata, satu senjata api kecil merek Amerika Utara, dan satu lagi pistol laras panjang seri 652178 terpampang di dinding,” Bali Direktur Reserse Kriminal Kombes Pol Dodi Rahmawan mengatakan pada konferensi pers di Mabes Polri. Bali, Denpasar, Bali, Rabu (02/09/2020) .

Baca: Jenazah Tri Nugraha dimakamkan di Pemakaman Cikutra Bandung di tepi Sungai Cidurian

Bersamaan dengan itu, di rumah Tri Nugraha, Yakni, 1 kotak senjata hitam merek Alva 520380, 1 magasin hitam, 2 sikat pembersih senjata, 1 kantong senjata dengan peluru bergerak, dan 28 peluru tajam.

Tersedia juga 1 cartridge panjang, 5 peluru kaliber PE 22, 40 peluru, 45 peluru Kabile otomatis, 3 peluru kaliber 9mm, 20 peluru brc 9mm, jam tangan, peluru dan 4 peluru masih bergerak. Laboratorium memeriksa bukti senjata dan proyektil. “Dodi Rahmawan. Selain senjata dan perlengkapan, Polda Bali juga menemukan banyak dokumen senjata atas nama Tri Nu graha.

“ Buku senjata, tapi senjata tidak ditemukan , Dodi berkata di buku itu: “Kemudian senjata merah 1 pon itu kita beri nama setelah Tri Nugraha. Senjata itu tidak kita temukan. Ada juga senjata hijau seberat 1 pon. Kita sedang mencari senjata.” Dari semua senjata yang ditemukan Tri Nugraha, Polda Bali memastikan tidak semua senjata api memiliki izin atau ilegal. Kami tidak menemukan senjata sebelumnya. Kami akan pelajari secara mendalam, ”kata Dodi.