TRIBUNNEWS.COM-Dalam acara persidangan di salah satu kampus bergengsi di Jawa Timur tersebut, video yang menampilkan siswa dan orang tua mereka mengenakan pakaian adat menjadi topik pembicaraan di kalangan warga. Malang (UMM).

Dalam keterangan tertulisnya, Bapak Si, Direktur Program Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia dan Menteri Kehakiman, Dr. Sugiarti dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa ujian tahun kedua 2020 akan dilaksanakan kemarin (Rabu) (1/7/20/2020). ) Sebenarnya dicapai melalui platform Zoom.

Sugiarti melanjutkan, menjelaskan mengapa pihaknya mewajibkan 166 calon wisudawan / wali untuk mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Yamko Rambe Yamko, dari Papua? Seorang pembicara antropolog mengatakan: “Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan dalam menghadapi wabah.”

“Selain itu, calon lulusan saat ini berada di tempatnya masing-masing. Ini dianggap saat yang tepat untuk unjuk gigi.” Katanya , Jumat (2020/7/07). Sugiarti mengenakan pakaian adat sebagai lambang bahwa meski sivitas akademika FKIP UMM berbeda, namun tetap menjadi komunitas di Indonesia. Secara singkat disebutkan pentingnya rasa solidaritas dalam menghadapi pandemi influenza Covid-19 seperti ini.

“Penting untuk ditegaskan kembali dalam wabah ini agar kita bisa saling menguatkan.”

“Kemudian, FKIP UMM sebagai salah satu LPTK dalam roda penyelenggara dan pencerdasan kehidupan baru di dunia benar-benar mengupayakan lulusannya Bersiaplah untuk mempersiapkan mereka menjadi calon pendidik vokasi. Optimis – “ujarnya:” Jadi, dalam hal ini, kami juga memberikan pilihan ide-ide profesor agar mahasiswa dapat meluangkan waktu untuk menempuh pendidikan selama pandemi. Mulailah hidup baru. “Baca secara detail.

Membaca: Fakta tentang pendeta tunggal yang membuka baju dan mengundurkan diri untuk memperjuangkan cita-cita para siswa