TRIBUNNEWS.COM – Bus Karunia Bakti bergetar pertama dan kemudian rem hingga menabrak beberapa sepeda motor di persimpangan Jalan KH Abdullah Bin Nuh di Cianjur pada pukul 17:00 pada hari Rabu (1/7/2020). WIB .

Seorang saksi, Muhammad Pateh Pridandi (25 tahun) adalah warga Tangerang yang bekerja di Garut, dan dikaitkan dengan beberapa detik kecelakaan.

Pateh mengatakan bahwa sejak Jakarta naik bus, bus sudah dalam kondisi normal, dan kemudian juga menjemput beberapa penumpang di Bogor dan turun beberapa penumpang di daerah Panembong Cianjur.

“Ketika saya tiba di Jalan KH Abdulah Bin Nuh, saya melihat Pat berkata:” Di truk di depan bus, kondisi jalan tidak baik, saya curiga remnya rusak.

Baca: Polisi tua itu menjadi buron dan secara tidak sengaja terbunuh ketika dikejar oleh polisi Galus Aceh – Baca: Kakek Bali memperkosa seorang wanita yang telah terinfeksi oleh putra kandungnya. anak, dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara-dia mengatakan bahwa pengemudi tampaknya ingin menghindari tabrakan dengan truk saat pengereman dan tidak bekerja. Patai mengatakan: “Bus ini menghindari truk ke kiri dan mengembara di trotoar, tetapi ada juga yang tersisa Banyak sepeda motor, akibatnya, bus menabrak banyak sepeda motor di depan.

Kemarin, bus Karunia Bakti di lokasi di mana rem rusak berada di kota dan penuh dengan pengemudi kendaraan bermotor yang bersorak online. Saksi menyaksikan langsung tidak jauh.

“Kebetulan saya keluar dari antrian dan melihat bus bersandar erat di trotoar, menuju pohon besar,” kata seorang pengemudi ojek. Adegan itu, Rabu (7 Januari, 2020) .

Aceng terkejut melihat rekannya, seseorang berteriak untuk membantu korban.

Baca: Jadwal pengendara yang meninggal dalam penerbangan di atas Lempuyangan Jogja, ingin membuat mobil mereka kotor atau bahkan ditabrak mobil lain

Baca: Gadis ini menjadi korban pembunuhan sadis karena dia Hutang ayah, terbunuh dalam perjalanan seorang teman