Padan TRIBUNNEWS.COM-Pada hari Selasa (14/4/2020), serangan buaya terhadap manusia terjadi di Kabupaten Agam, sebelah barat Sumatra.

Korban memiliki K (75) dan penduduk setempat. Ampek Nagari, Desa Nagari atau Desa Bawan, Ampek Nagari.

Baca: Seorang sosiolog berbicara tentang kesulitan yang dihadapi oleh orang Indonesia di rumah selama pandemi virus Corona

ditemukan telah meninggal karena luka

— sebelumnya, orang Diduga K sangat ingin mencari ikan di Sungai Batangas, yang memang merupakan habitat buaya di daerah itu.

“Beberapa warga memang mati. Kemarin sore dia mencari ikan, dan ditemukan mati pada jam 9:00 malam di Organisasi Pelestarian Satwa Liar Dunia.” Konservasi sumber daya alam dari pengontrol ekosistem hutan. (BKSDA) Kompas.com menghubungi Agam, Ade Putra, Rabu (15/4/2020).

Ade mengumumkan bahwa daerah itu adalah habitat buaya, dan BKSDA Agam dilarang dibuka untuk umum. -Tahun lalu, di tempat yang sama, ada buaya lain memberi makan penduduk yang putus asa. – “Hal yang sama terjadi tahun lalu. Namun, warga mengatakan bahwa meskipun tanda-tanda dipasang, mereka terbiasa mencari ikan,” kata Ade. -Baca: Tanggal dan fakta dari penemuan mayat bocah yang hilang: Ditemukan di perut buaya-Ade mengatakan ia telah meminta penduduk untuk mematuhi larangan BKSDA Agam sehingga tidak akan ada lagi korban. — -Ade berharap: “Kami berharap tidak akan ada lagi warga yang putus asa mencari ikan di daerah ini. Seharusnya tidak ada lagi korban.”