Reporter Tribune Jawa Barat Muhamad Nandri Prilatama (Muhamad Nandri Prilatama) -TRBUNNEWS.COM di Powata-seorang gadis dari TN asli (24 tahun) digantung di Powaka Rumah kosong di Kampung Sukamulya II, RT 1/5, di jalan Ciseureuh. Distrik, Selasa (21) / 4/2020) RT 1/5 Presiden Budianto mengatakan orang tua korban melaporkan bahwa anaknya meninggal ketika ia digantung. Dia masih menonton TN pukul 10:00 pagi, “tetapi, pada pukul 11:30, dia menemukan bahwa korban tergantung di rumah kosong di sebelah rumahnya,” katanya di tempat. : Manajemen Sriwijaya FC masih menyimpan harapan dengan bekerja sama dengan Ratu Tisha

Baca: Lihat Atta Halilintar memberi Aurel Hermansyah sepasang kura-kura, Anang: Sangat aneh Ah

Baca: Bagikan berita sedih, Ashanty Sampai saya takut kehilangan orang yang saya cintai tidak akan membiarkan saya pergi lagi — Budi sama dengan keterkejutan saya atas kematian TN ini.

Dia mengatakan bahwa korbannya adalah orang yang jarang berbicara, dan orang ini sangat tenang.

“Orang ini sangat tenang, dia jarang berbicara.”

— Menurut pengamatan Forum Jawa Barat, banyak warga juga berkumpul di tempat kejadian. -Tidak hanya itu, petugas Inafis dari Purwakarta Polres juga menggunakan satu set lengkap alat pelindung diri (PPE) untuk mengevakuasi para korban, seperti menangani perjanjian sanitasi Covid-19. (Muhamad Nandri Prilatama)

Peringatan: Berita ini atau artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi bunuh diri.

Pembaca yang berpikir mereka membutuhkan layanan konsultasi psikiatris, terutama pembaca yang bersedia mencoba upaya bunuh diri, tolong jangan lakukan ini. Seorang psikiater yang tidak mau bercerita, berkonsultasi atau pergi ke rumah sakit untuk layanan kesehatan mental.

Artikel ini dimuat di tribunjabar.id, judulnya adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang ditemukan tewas di rumah kosong dan digantung oleh orang tuanya.