JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) memeriksa lima anggota polisi karena diduga meminta uang kepada dua kepala desa, seorang pejabat negara dan seorang warga dalam penyidikan kasus penyalahgunaan narkoba. . Pol M Faturrahman membenarkan lima pejabatnya diperiksa karena diduga meminta uang.

Tuduhan permintaan uang dibuat pada Agustus 2020 di distrik Ladongi Donggaraka di selatan. Dari Sulawesi.

Baca: Penipuan Polisi di ASN Polda DIY, Korban Transfer Rp 300 Juta dan Janji Menikah

“Kami Tidak Tutup-tutupi, Anggota Kami Melanggar Aturan. Faturrahman Jumat (11/09) / 2020) dihubungi dan mengatakan: “Dalam proses pengembangan (kasus narkoba), selain pemerasan, mereka juga meminta uang kepada empat orang ini.

Menurut Faturrahman, anak buahnya diduga melanggar disiplin. Anggota Polri minta uang. Setelah menggerebek pengusaha yang diduga menyelenggarakan pesta Sabu, awalnya diketahui hanya ada empat orang yang main kartu .

Narkoba tidak ditemukan. Pada jarak sekitar 4 meter dari area permainan kartu, kami menemukan 0,7 gram sabu. Kami tidak tahu siapa itu. Katanya, “Karena mereka ada di luar rumah. Baca: Polisi palsu khawatir dengan fakta warga Medan, mereka memfitnah tanah dan merugikan korban, kemudian melakukan tes uremia terhadap keempat orang tersebut.

Selama periode ini, Manajer Humas Polda Sultra AKBP Bambang Satriawan mengungkapkan adanya dugaan Pelanggaran etika yang dilakukan oleh kelima anggota Polri itu dalam tahap penyidikan.

“Berdasarkan hasil persidangan, saksi dan bukti menunjukkan bahwa Propam (Polda Sultra) merupakan bukti yang cukup melanggar Kode Etik Profesi Polri,” kata Ba mbang melalui pesan singkat.

Jika kemudian diketahui melanggar kode etik anggota Polri, Bambang menyatakan dapat dihukum dengan hukuman paling berat berupa pemberhentian tidak jujur ​​

Berita ini disiarkan di Kompas.com dengan tajuk utama. Ya: Bandar Sabu diduga dimintai uang, diduga digeledah, dan 5 petugas polisi sedang memeriksa