TRIBUNNEWS.COM-Atas dasar permadani sederhana, sekelompok anak tampak serius dalam kegiatan belajar mereka di Desa Polin, Kabupaten Wallarat Barat, Kota Salem Timur, Provinsi Maluku. Wajah-wajah. Halaman-halaman halaman buku telah dicerna, seolah tidak ada harapan dalam batas-batas pendidikan.

Ini termasuk guru mereka, yang membimbing mereka dengan metode pembelajaran yang cocok untuk kondisi yang ada. -Ya, mereka yang memiliki institusi pendidikan terbatas sekarang terkena pandemi virus korona (covid -19). -Tidak ada fasilitas teknis untuk peralatan modern yang mendukungnya, dan teknologi ini juga telah diterapkan di wilayah lain. .

Siwalalat (kontributor TribunAmbon.com, Fandy) kategori kegiatan belajar untuk siswa sekolah dasar kelas 2. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa menolak kegiatan pendidikan dan mengganti model pembelajaran di rumah melanggar pemberitahuan dari Departemen Pendidikan.

Mereka menggunakan metode “kelompok belajar” untuk memberikan solusi untuk menjaga ketajaman siswa.

“Untuk mencegah Covid-19, ini dianggap bertentangan dengan alienasi sosial, tetapi ini tidak terjadi, karena dalam tim peneliti dan di bawah bimbingan yang ketat, jumlah siswa yang mengajar kepala sekolah terbatas,” kata Siwalalat. Dua kepala sekolah dasar, Muhammad Yamin, ditahan di Pengadilan Ambon pada Selasa sore (20/7/20).

Pelajari lebih lanjut >>>>>>>>