TRIBUNNEWS.COM-MA (54 tahun) adalah ayah dari Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, yang gemar berhubungan seks dengan anak tirinya yang berusia 17 tahun. Ironisnya, pelaku memukuli korban sejak 2013 hingga 2019.

Selama enam tahun, korban telah berulang kali dipaksa untuk memenuhi nafsu ayahnya.

Baca: Korban Ruda Paksa (Bindaro) ke Ini Adalah Pengakuan dan Harapannya

Bacaan: Sosok Pemerkosa di Bintaro, Sebut Tersembunyi, Sering Nongkrong di Pasar Kecil- — Sebenarnya saat korban di kapolsek, “tersangka berkali-kali memukuli anak tirinya hingga Januari 2019. Pasca kecelakaan, tersangka malah memukuli korban saat tidur di ruang tamu, Untuk mengobati ibunya yang sakit, ” kata komisioner polisi tampan Hotmartua Ambarita kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (8 September 2020). -Ini awalnya diselesaikan oleh korban sekolah dasar-Ujian Dar i telah selesai. Perilaku tidak senonoh penyerang adalah kejahatan (SD) pertama yang dilakukan oleh korban sejak ia duduk di sekolah dasar .

Awalnya tersangka hanya diserang, namun karena tidak bisa mengontrol keinginannya, korban akhirnya melakukan hubungan seks.

Alasannya adalah karena dia tertarik pada tubuhnya ketika dia melihatnya setelah meminumnya. Mandi.

“Pada tahun 2013, tersangka melakukan percabulan saat sedang berduaan dengan korban di rumah. Selama ini, istri tersangka atau ibu korban menjalani perawatan di rumah sakit karena keguguran. , “Kata Ambarita.